Karya
Tulis
PENGANGGURAN
Tugas
Ilmu Sosial Dasar
DISUSUN OLEH PUTRI JUNINGTYAS
FAKULTAS
TEKNIK INDUSTRI JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar (3)
Bab I
Pendahuluan (4)
Bab II
Pembahasan (5-7)
Bab III
Penutup (8)
Daftar Pusaka (9)
KATA
PENGHANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah Swt atas rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik. Makalah yang berjudul Pengangguran ini membahas mengenai tentang
pengangguran yang ada di Indonesia yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dalam
penulisan makalah ini saya banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
penulisan makalah ini. Saya sadar bahwa dalam makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, Hal itu di karenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan saya.
Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
dari para pembaca.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita. Akhir kata,
saya memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak
kesalahan.
Jakarta,21 Januari 2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.
1. Latar Belakang
Pengangguran seringkali menjadi
masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran,
produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat
menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.Masalah
pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara
berkembang seperti di Indonesia. Dewasa ini, sudah tidak asing
lagi ketika kita membicarakan masalah pengangguran yang ada di Indonesia.
Menyikapi hal tersebut, saya tertarik untuk lebih menjelaskan tentang masalah
pengangguran yang semakin bertambah kapasitasnya. Karena pengangguran merupakan
masalah negara saat ini yang sejak turun temurun belum teratasi. Pengangguran
dan setengah pengangguran yang tinggi berdampak langsung maupun tidak langsung
terhadap kemiskinan, kriminalitas dan masalah-masalah sosial politik yang juga
semakin meningkat. Pengangguran itu sendiri tidak pandang bulu siapa pun bisa
mengalaminya tidak selalu yang tidak sekolah menjadi pengangguran namun lulusan
sarjana pun bisa menjadi pengangguran. Latar belakang saya membicarakan
pengangguran dalam tugas ilmu sosial dasar saya adalah karena pengangguran
salah satu masalah sosial yang sampai saat ini belum dapat teratasi.
Tujuan dari saya menulis karya tulis ini adalah:
1. Memberikan pengetahuan tentang apa itu pengangguran
2. Memberikan pengetahuan tentang apa saja yang menjadikan seseorang menjadi pengangguran
3. Memberikan pengetahuan tentang solusi bagaimana mengatasi pengangguran
3. Manfaat
Manfaat dari saya menulis karya tulis ini adalah:
1. Menjadikan pembaca menghindari faktor-faktor yang membuat seseorang menjadi pengangguran
2. Menjadikan pembaca lebih menghargai ilmu/pengetahuan
BAB
II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
dan faktor-faktor terjadinya pengangguran
Pengertian dari pengangguran atau
tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali,
sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang
yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya
disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding
dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran
terjadi karena beberapa faktor, faktor-faktor tersebut adalah jumlah angkatan
kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu
menyerapnya. Pengangguran seringkali
menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan
berkurang sehingga dapat menyebabkan
timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah
pengangguran dengan jumlah angakatan kerja yang dinyatakan dalam persen.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran
konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan.
Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang
buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang
terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan
sosial sehingga mengganggupertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka
panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah
"pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa
dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
2.
Dampak dari
pengangguran
Penganggur itu berpotensi menimbulkan
kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial, politik dan kemiskinan. Selain
itu, pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. Setiap orang harus
mengkonsumsi beras, gula, minyak, pakaian, energi listrik, sepatu, jasa dan
sebagainya setiap hari, tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. Bisa kita
bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya
Dampak
Pengangguran terhadap Perekonomian suatu Negara
Tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan. Hal ini terjadi karena pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:
Tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan. Hal ini terjadi karena pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:
1.
Pengangguran
bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang
dicapainya.
2.
Pengangguran
akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sector pajak berkurang.
3.
Pengangguran
tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi.
Dampak pengangguran terhadap Individu yang
Meng-alaminya dan Masyarakat. Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran
terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:
1.
Pengangguran
dapat menghilangkan mata pencaharian
2.
Pengangguran
dapat menghilangkan ketrampilan
3.
Pengangguran
akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.
4.
Bertambahnya
tingkat kemiskinan
5.
Timbulnya
kriminalitas di kalangan masyarakat
4.
Solusi mengatasi pengangguran
Adanya bermacam-macam pengangguran
membutuh-kan cara-cara mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis pengangguran
yang terjadi, yaitu sebagai berikut.
Cara Mengatasi
Pengangguran Struktural
Untuk
mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah :
1.
Peningkatan
mobilitas modal dan tenaga kerja.
2.
Segera
memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke
tempat dan sektor ekonomi yang kekurangan.
3.
Mengadakan
pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang
kosong, dan
4.
Segera
mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.
Cara
Mengatasi Pengangguran Friksional
Untuk
mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara
sebagai berikut:
1.
Perluasan
kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang
bersifat padat karya.
2.
Deregulasi dan debirokratisasi
di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru.
3.
Menggalakkan
pengembangan sektor informal, seperti home industry.
4.
Menggalakkan
program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di
sektor agraris dan sektor formal lainnya.
5.
Pembukaan
proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan
raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja
secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.
Cara
Mengatasi Pengangguran Musiman
Jenis
pengangguran ini bisa diatasi dengan cara sebagai berikut:
1.
Pemberian
informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain, dan
2.
Melakukan
pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu
musim tertentu.
Cara
Mengatasi Pengangguran Siklis
Untuk mengatasi
pengangguran jenis ini antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut:
1.
Mengarahkan
permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan
2.
Meningkatkan
daya beli masyarakat.
BAB
III
PENUTUP
I.
KESIMPULAN
Kesimpulan
yang dapat di ambil adalah pengangguran sudah mendunia terlebih di Indonesia
dengan tingkat pengangguran 12.5% pada tahun 2005 yang pada saat ini belum di
atasi oleh pemerintah setempat dan bahkan setiap tahunnya pengangguran
bertambah. Faktor terjadinya pengangguran itu adalah kurangnya lapangan kerja
dan berlebihnya lulusan sarjana atau sumber daya manusianya. Pengangguran
membawa dampak negatif kepada bangsa, menjadikan bangsa tersebut di cap sebagai
bangsa yang tidak mempunyai kecerdasan yang tinggi.
II.
SARAN
Seharusnya
pemerintah atau perusahan-perusahan membuat lapangan kerja yang dapat menampung
pengangguran tersebut dan sumber daya manusianya menggali potensi yang dia
punya.Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran.
DAFTAR
PUSAKA
Wikipedia.com
Google.com
No comments:
Post a Comment