Thursday, January 31, 2013

Pengangguran


Karya Tulis
PENGANGGURAN
Tugas Ilmu Sosial Dasar









DISUSUN OLEH PUTRI JUNINGTYAS
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013
DAFTAR ISI




Kata Pengantar                                                   (3)




Bab I
Pendahuluan                                                      (4)



Bab II
Pembahasan                                                       (5-7)



Bab III
Penutup                                                                (8)



Daftar Pusaka                                                      (9)

KATA PENGHANTAR


            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah yang berjudul Pengangguran ini membahas mengenai tentang pengangguran yang ada di Indonesia yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dalam penulisan makalah ini saya banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini. Saya sadar bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Hal itu di karenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan saya. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita. Akhir kata, saya memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan.
Jakarta,21 Januari 2013
  
BAB I
PENDAHULUAN

1.    1.  Latar Belakang

            Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.Masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Dewasa ini, sudah tidak asing lagi ketika kita membicarakan masalah pengangguran yang ada di Indonesia. Menyikapi hal tersebut, saya tertarik untuk lebih menjelaskan tentang masalah pengangguran yang semakin bertambah kapasitasnya. Karena pengangguran merupakan masalah negara saat ini yang sejak turun temurun belum teratasi. Pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kemiskinan, kriminalitas dan masalah-masalah sosial politik yang juga semakin meningkat. Pengangguran itu sendiri tidak pandang bulu siapa pun bisa mengalaminya tidak selalu yang tidak sekolah menjadi pengangguran namun lulusan sarjana pun bisa menjadi pengangguran. Latar belakang saya membicarakan pengangguran dalam tugas ilmu sosial dasar saya adalah karena pengangguran salah satu masalah sosial yang sampai saat ini belum dapat teratasi.

2. Tujuan

Tujuan dari saya menulis karya tulis ini adalah:
1. Memberikan pengetahuan tentang apa itu pengangguran
2. Memberikan pengetahuan tentang apa saja yang menjadikan seseorang menjadi pengangguran
3. Memberikan pengetahuan tentang solusi bagaimana mengatasi pengangguran

3. Manfaat

Manfaat dari saya menulis karya tulis ini adalah:
1. Menjadikan pembaca menghindari faktor-faktor yang membuat seseorang menjadi pengangguran
2. Menjadikan pembaca lebih menghargai ilmu/pengetahuan




BAB II
PEMBAHASAN
1.    Pengertian dan faktor-faktor terjadinya pengangguran
            Pengertian dari pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran terjadi karena beberapa faktor, faktor-faktor tersebut adalah jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya.  Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran,  produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angakatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggupertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
2.    Dampak dari pengangguran
            Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial, politik dan kemiskinan. Selain itu, pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. Setiap orang harus mengkonsumsi beras, gula, minyak, pakaian, energi listrik, sepatu, jasa dan sebagainya setiap hari, tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya
Dampak Pengangguran terhadap Perekonomian suatu Negara
            Tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan. Hal ini terjadi karena pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:
1.    Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya.
2.    Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sector pajak berkurang.
3.    Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi.

 Dampak pengangguran terhadap Individu yang Meng-alaminya dan Masyarakat. Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:
1.    Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian
2.    Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan
3.    Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.
4.    Bertambahnya tingkat kemiskinan
5.    Timbulnya kriminalitas di kalangan masyarakat

4.    Solusi mengatasi pengangguran
            Adanya bermacam-macam pengangguran membutuh-kan cara-cara mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sebagai berikut.
Cara Mengatasi Pengangguran Struktural
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah :
1.    Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja.
2.    Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sektor ekonomi yang kekurangan.
3.    Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan
4.    Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.
Cara Mengatasi Pengangguran Friksional
Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut:
1.    Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya.
2.    Deregulasi dan debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru.
3.    Menggalakkan pengembangan sektor informal, seperti home industry.
4.    Menggalakkan program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor formal lainnya.
5.    Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.
Cara Mengatasi Pengangguran Musiman
Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara sebagai berikut:
1.    Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain, dan
2.    Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.

Cara Mengatasi Pengangguran Siklis
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut:
1.    Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan
2.    Meningkatkan daya beli masyarakat.


BAB III
PENUTUP

     I.        KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat di ambil adalah pengangguran sudah mendunia terlebih di Indonesia dengan tingkat pengangguran 12.5% pada tahun 2005 yang pada saat ini belum di atasi oleh pemerintah setempat dan bahkan setiap tahunnya pengangguran bertambah. Faktor terjadinya pengangguran itu adalah kurangnya lapangan kerja dan berlebihnya lulusan sarjana atau sumber daya manusianya. Pengangguran membawa dampak negatif kepada bangsa, menjadikan bangsa tersebut di cap sebagai bangsa yang tidak mempunyai kecerdasan yang tinggi.

   II.        SARAN
Seharusnya pemerintah atau perusahan-perusahan membuat lapangan kerja yang dapat menampung pengangguran tersebut dan sumber daya manusianya menggali potensi yang dia punya.Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran.
DAFTAR PUSAKA

Wikipedia.com
Google.com

No comments:

Post a Comment