Monday, April 29, 2013

Manusia yang Berbudaya

Nama : Putri Juningtyas
Kelas : 1IA01
NPM : 55412768
ILMU BUDAYA DASAR


MANUSIA YANG BERBUDAYA



PENDAHULUAN

           

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan dan karya seni. bahasa sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.


Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.


Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


PEMBAHASAN

Manusia Budaya dan nilai budaya
            Kehidupan manusia dapat dilihat dari sisi dirinya sebagai individ(pribadi) dan sebagai makhluk sosial. Sebagai individu, ia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang bagian dirinya terdiri dari tubuh biologis yang secara kasat mata dapat kita amati. Selain itu, sebagai manusia budaya iapun mempunyai akal dan jiwa yang mengatur atau menentukan bagaimana berperilaku. Tiap orang secara individu mempuntai kekhasan perilaku dan embawaan sifat atau karakter yang berbeda satu sama lain yan disebut sebagai kepribadian. Keberadaan keduanya, yaitu tubuh biologis kepribadian. Merupakan satu kesatuan dalam diri manusia yang tidak terpisahkan satu sama lain.

            Dengan adanya kepribadian, sebagaimana telah dikemukakan diatas perilaku manusia sata dengan ainnya secara individu maupun berkelommpok mempunyai pola-pola yang beragam. Hal itu pula yang membedakan perilaku manusia dengan hewan, karena perilakunya tidak hanya ditentukan oleh sistem organik biologisnya saja, melainkan dipengaruhi juga oleh akal dan jiwanya atau yang disebut kepribadian.

            Dalam bahasa populer, kepribadian diartikan sebgai ciri-ciri watak seorang individu yang konsisten, yang memberiksn kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khusus. Dalam keseharian, kadang kita mendengar istilah “ia seorang yang berkepribadian”, maka yang dimaksudkan adalah orang tersebut mempunyai ciri watak yang diperlihatkannya secara lahir, konsisten, dan konsekuen dalam tingkah lakunya sehingga tampak bahwa indibidu tersebut memiliki identitas khusus yang berbeda dari individu-individu lainnya.

            Isi dari kepribadian menusia terdiri dari:
1.    Pengetahuan
2.    Perasaan
3.    Dorongan naluri

          Pengetahuan merupakan unsur-unsur atau segala sesuatu yang mengisi akal dan alam jiwa seorang manusia yang sadar, secara nyata terkandung didalam otak manusia melalui penerimaan pancaindranya serta alat penerima atau reseptor organismanya yang lain. (Koentjaraningrat, 1986:101-111)

          Selain oleh pengetshuan, alam ksadaran manusia juga diisi oleh perasaannya. Yang dimaksudkan dengan perasaan disini adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negatif. Misalnya, seorang drai daerah jawa menyukai tari gambyong yang lemah lembut, atau bagi orang dari bali menyukai tari kecak yang dinamis. Semua perasaan suka atau positif itu dipengaruhi oleh pengetahuannya yang sudah disosialisasikan terhadap dirinya melalui proses belajar kebudayaan. Sebaliknya, seseorang tidak menyukai makanan tertentu atau bau tertentu, sebgai perasaan negatif, disebabkan oleh pengetahuan atau pengalaman dirinya melalui proses belajar tadi. Sehingga suatu perasaan selalu bersifat subyektif karena adanya unsur penilaian tadi. Dari perasaan ini kemudian dapat berkembang menjadi suatu kehendak untuk mencapainya atau sebaliknya menghindari sesuatu itu, tergantung dari perasaannya apakah sebagai perasaan yang positif atau negatif terhadap sesuatu hal.

          Kalau unsur perasaan di atas muncul karena dipengaruhi oleh pengetahuan manusia, maka kesadaran manusia yang tidak ditimbulkan oleh pengaruh pengetahuan manusia melainkan karen ausah terkandung dalam organismanya disebut sebagai naluri. Sehubungan dengan naluri tersebut, kemauan yang sudah merupakn naluri pada tiap menuasia disebut sebagai “dorongan” (drive), maka disebut juga sebagai dorongan naluri.

          Macam-macam dorongan naluri manusia, antara lain adalah:

1.    Dorongan untuk mempertahankan hidup;
2.    Dorongan sex
3.    Dorongan untuk usaha mencari makan
4.    Dorongan untuk bergaul atau berinteraksi denngan sesama manusia
5.    Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya
6.    Dorongan untuk berbakti
7.    Dorongan akan keindahan, dalamm arti keindahan bentuk, warna,suara, atau gerak. (Koentjaraningrat,1986:109-111)

          Dorongan-dorongan nalurilah tadi kemudian berkembang menjadi kebutuhan-kebutuhan hidup lainnya yang disesuaikan dengan keadaan lingkungan maupun staus dirinya dalam konteks makhluk sosial. Selain itu tinjauan kebutuhan hidup inipun berkaitan erat dengan keberadaan manusia yang mempunyai ragam hubungan,yaitu dengan pencipta alam,manusia lain (sebagai makhluk sosial), dan dengan diri sendiri.

          Dalam pemenuhan kebutuhan hidup tadi, sebgai suatu permasalahan, manusia memerlukan penyelesaian atau penyaluran. Mengingat manusia tidak hidup seseorang diri, dan mengingat pula keberadaan dirinya sebagai manusia budaya yang berakal budi, maka tindakan-tindakan yang dilakukannya harus memiliki ataruan-aturan yang erlu ditaati sebagai acuan atau pedoman hidup bersama. Dimana aturan-aturan perilaku hidup bersama tadi dijiwai oleh suatu nilai yang dianggap tinggi, penting dan berharga oleh suatu masyarakat yang dinamakan sebagai nilai budaya. Nilai-nilai budaya yang mewarnai pola-pola kehidupan bersama didalam masyarakat yang satu akan berbeda dengan nilai budaya masyarakat di wilayah atau negara lian. Perbedaan-perbedaan itu terjadi karena cara pandang yang berbeda, tergantung bagaimana masyarakat tersebut memandang suatu acuan hidup itu bernilai atau tidak, yang ditunjukkan dengan penundukkan diri pada nilai budaya itu.

          Dengan demikian di tiap masyarakat mempunyai nilai budaya tertentu yang berbeda-beda. Sebagai contoh,pada masyarakat indonesia yang agraris mempunyai nilai budaya kebersamaan atau komunalistik. Wujud dari nilai ini melahirkan suatu nilai gotong royong, musyawarah untuk mufakat, dan lain-lain. Nilai budaya ini berbeda dengan masyarakat di Eropa atau Amerika Serikat sebagai negara industri yang mempunyai nilai kemandirian yang indibidualistik. Nilai-nilai budaya ini ada atau berkembang di suatu wilayah atau negara karena masyarakatnya menganggap hal itulah yang paling bernilai atau sesuai dengan kondisi atau kebutuhan masyarakat yang bersangkutan. Sehingga pada tahap selanjutnya nilai-nilai budaya, yang bersifat abstrak dan berada dalam alam pikiran warga masyarakat ini, akan menjiwai atau menjadi inti dari aturan-aturan atau norma-normaberperilaku lainnya ynag lebih kongkrit untuk diterapkan. Nilai-nilai budaya tersebut adalah suatu sistem nilai yang tidak terdiri dari satuan gagasan yang masing-masing berdiri sendiri, melainkan suatu kesatuan yang berkaitan erat saatu sama lain.

          Sebagaimana telah di sebutkan diatas, sistem nilai budaya sebagao inti yang menjiwai semua edoman yang mengatur tingkah laku warga masyarakat yang bersangutan. Pedoman tingkah laku itu adalah adat istiadatnya, sistm normanya, aturan etikanya/moralnya, aturan sopan santunnya, pandangan hidup, iediologi pribadi, idiologi nasionalnya, daan sebagainya.

          Sebagai inti, sistem nilai budaya berbeda dengan pedoman-pedoman tingkah laku itu sendiri. Pedoman tingkah laku menyangku oal-soal yang terbatas ruang lingkupnya, dapat didefinisikan dengan ketat dan bersifat rasional, serta bisa diubah bila perlu, misalnya aturan adat perkawinan, aturan sopan santun, dan sebagaunya. Sedangkan sistem nilai budaya bersifat umum, sangat luas ruang lingkupnya, bersifat kabur  dan sangaat sulit didefinisikan, dihinggapi rasa emosional dan sangat sulit diubah, misalnya nilai gotng royong. Sehingga sistem bilai budaya dikatakan juga sebgasi bagian dari suatu kebudayaan yang paling abstrak, paling “dalam”, dann palng sulit diubah oleh karena itu merubah orientasi nilai budaya suatu masyarakat sangat sulit diilakukan, dan memerlukan waktu relatif lama.

          Sistem nilai budaya dan pedoman tingkah laku liainnya merupakan wujud ideal dari kebudayaan. Secara lebih khusus wujud idelan tersebut dibagi dalam empat tingkatan, yaitu:

1.    Tingkat nilai budaya, bersifat paling abstrak yang berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia, contoh : nilai gotong royong.
2.    Tingkat norma, bersifat abstrak
3.    Tingkat sistem hukum, baik tertulis maupun tidak tertulis, bersifat agak kongkrit, contoh : undang-undang.
4.    Tingkat aturan-aturan khusus, bersifat konkrit, contoh: aturan-aturan pelaksanaan dari suatu undang-undang.

KESIMPULAN

            Kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Masyarakat yang berbudaya adalah masyarakat yang mempunyai akal dan jiwa yang mengatur atau menentukan bagaimana berperilaku. Tiap orang secara individu mempuntai kekhasan perilaku dan embawaan sifat atau karakter yang berbeda satu sama lain yan disebut sebagai kepribadian. Keberadaan keduanya, yaitu tubuh biologis kepribadian.

Daftar Pustaka

No comments:

Post a Comment