Showing posts with label ISDGunadarma. Show all posts
Showing posts with label ISDGunadarma. Show all posts

Friday, February 15, 2013

Kemacetan


Karya Tulis
KEMACETAN
Tugas Ilmu Sosial Dasar









DISUSUN OLEH PUTRI JUNINGTYAS
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013
DAFTAR ISI




Kata Pengantar                                                   (3)

Bab I
Pendahuluan                                                      (4)

Bab II
Pembahasan                                                       (5-6)

Bab III
Penutup                                                                (7)

Daftar Pusaka                                                 




KATA PENGHANTAR


            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah yang berjudul Kemacetan ini membahas mengenai tentang kemacetan yang ada di ibukota yaitu di DKI Jakarta yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dalam penulisan makalah ini saya banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini. Saya sadar bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Hal itu di karenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan saya. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita. Akhir kata, saya memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan.
Jakarta,10 februari 2013


BAB I
PENDAHULUAN

1.    1.  Latar Belakang

Hampir semua jalan di Jakarta mengalami kemacetan yang cukup membuat kita pusing, kesal, dan uring-uringan akibat kemacetan yang terjadi. Sebenarnya sederhana saja, kemacetan itu disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pertambahan jumlah kendaraan dan pertambahan jumlah jalan.
Selama ini pertambahan jumlah kendaraan meningkat dengan pesat sementara pertambahan jalan bisa dikatakan tidak ada pertambahan yang signifikan. Selain itu, faktor yang turut berperan dalam kemacetan adalah banyak pengendara yang tidak disiplin dan tidak mematuhi peraturan berlalu lintas serta jumlah penduduk DKI Jakarta yang semakin banyak akibat urbanisasi.


2. Tujuan


Tujuan dari saya menulis karya tulis ini adalah:

1. Menjelaskan arti dari kemacetan dan sebab-sebab terjadinya kemacetan
2. Memberikan pengetahuan tentang solusi bagaimana mengatasi kemacetan

BAB II
PEMBAHASAN
1. 

Pengertian dan sebab-bebab terjadinya kemacetan


Dari pengertiannya Kemacetan adalah, situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan

Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya Kemacetan, terutama yang ada di Jakarta

· Kemacetan dapat terjadi karena beberapa alasan:
· Arus yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan
· Terjadi kecelakaan terjadi gangguan kelancaran karena masyarakat yang menonton kejadian kecelakaan atau karena kendaran yang terlibat kecelakaan belum disingkirkan dari jalur lalu lintas,
· Terjadi banjir sehingga kendaraan memperlambat kendaraan
· Ada perbaikan jalan,
· Bagian jalan tertentu yang longsor,
· Kemacetan lalu lintas yang disebabkan kepanikan seperti kalau terjadi isyarat sirene tsunami.
· Karena adanya pemakai jalan yang tidak tahu aturan lalu lintas, spt : berjalan lambat di lajur kanan dsb.
· Adanya parkir liar dari sebuah kegiatan.
· Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut.

· Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu lintas

2. Solusi mengatasi kemacetan

Solusi dalam mengatasi kemacetan di Jakarta, antara lain:

a. Jalur three in one lebih diperluas wilayahnya dan tidak menggunakan batas waktu.
b. Jalan-jalan yang dilalui busway yang menyebabkan penyempitan badan jalan harus segera diperlebar.
c. Membangun transportasi massal lain, seperti misalnya subway atau monorel
d. Menerapkan usia kendaraan yang layak beroperasi. Ini juga dapat mengurangi polusi.
e. Meningkatkan tarif pajak kendaraan bermotor, khususnya kendaraan roda empat.
f. Mengadakan pelatihan atau seminar kepada supir-supir angkutan umum tentang keselamatan dan peraturan berlalu lintas.
g. Menegakkan aturan dengan menindak tegas semua pelanggar lalu lintas tanpa kecuali ataupun oknum polisi yang berbuat pungli.
h. Memperbanyak dan terus menerus mengingatkan masyarakat melalui spanduk, brosur, ataupun iklan tentang disiplin berlalu lintas. Baik di media Cetak ataupun media elektronik.

BAB III
PENUTUP

     I.        KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat di ambil adalah kemacetan itu adalah sesuatu hal yang seharusnya sudah dari dulu dibenahi, namun tingkat pembangunan jalan tidak sebanding dengan peningkatan produksi pembuatan kendaraan. Dan lagi kebanyakaan masyarakat di jakarta sudah merasa nyaman dengan kendaraan pribadinya karena transportasi umum kurang mempresentasikan keindahan dan kenyamanan bagi pengguna.

   II.        SARAN
Seharusnya pemerintah setempat membuat peraturan yang ketat untuk pengguna jalan baik transportasi umum dan pengguna kendaraan pribadi. Seperti berjalan kaki apabila tempat yang dituju dekat, dan menggunakan transportasi umum. Lokasi car free day di perluas lagi.

DAFTAR PUSAKA

Google.com


Thursday, January 31, 2013

Anti-Sosial


 Anti-Sosial


KATA PENGHANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah yang berjudul Dampak Negatif dari Kehidupan Anti-Sosial ini membahas mengenai tentang seseorang yang terbiasa hidup sendiri dan menutup dirinya dari orang lain. Dalam penulisan makalah ini saya banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini. Saya sadar bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Hal itu di karenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan saya. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita. Akhir kata, saya memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan.
Jakarta,21 Januari 2013

BAB I
PENDAHULUAN

1.    1.  Latar Belakang

      Di era sekarang ini sudah banyak orang yang kecanduan dengan sosial media, mereka terlalu asyik dengan adanya sosial media itu sendiri. Semakin hari kian menjadi gejala umum yang tidak hanya terjadi di kota-kota besar, namun juga sudah merambah ke kota-kota kecil bahkan ke perdesaan. Ini terjadi karena banyak sebab, namun media  dipercayai memiliki peran penting, di samping minimnya peran keluarga, sekolah, dan lingkungan dalam memberikan pengetahuan yang baik kepada para pelaku.  Akun jejaring sosial kini dipandang sebagai identitas seseorang dalam pergaulan. Fenomena sosial media memang sedang jadi tren di kalangan masyarakat. Tidak hanya anak muda, bahkan orang tua pun juga ikutan online. Menurut survei yang dilakukan oleh netdna-cdn.com, 24% orang kehilangan momen spesial mereka karena sibuk membagikan momen tersebut lewat jejaring sosial. Misalnya, Anda bertemu dengan sahabat lama di sebuah kafe. Tanpa sadar, Anda sibuk memainkan iPad atau ponsel Anda untuk membagikan momen penting tersebut ke situs sosial media tanpa memperdulikan lingkungan disekitar anda.

1. 2. Tujuan 
Tujuan dari saya menulis karya tulis ini adalah:
a. Memberikan pengetahuan tentang apa itu Anti-Sosial
b. Memberikan pengetahuan tentang sebab-akibat seseorang menjadi anti sosial
c. Memberikan pengetahuan tentang solusi bagaimana menghindari sifat anti-sosial

1. 3. Manfaat
Manfaat dari saya menulis karya tulis ini adalah:
a. Menjadikan pembaca menghindari faktor-faktor yang membuat seseorang menjadi anti-sosial
b. Menjadikan pembaca lebih menghargai pertemanan
c. Menjadikan pembaca lebih perduli terhadap lingkungan

BAB II
PEMBAHASAN
1.    Pengertian Anti-Sosial
Pengertian dari perilaku Anti-Sosial menurut pandangan psikologi adalah perilaku yang kurang pertimbangan untuk orang lain dan yang dapat menyebabkan kerusakan pada masyarakat, baik sengaja atau melalui kelalaian, karena bertentangan dengan perilaku pro-sosial, perilaku yang membantu atau bermanfaat bagi masyarakat. hukum pidana dan hukum sipil di berbagai negara menawarkan solusi untuk perilaku anti sosial. Secara sederhana, perilaku antisosial bisa digambarkan sebagai `perilaku yang tidak diinginkan sebagai akibat dari gangguan kepribadian dan merupakan lawan dari perilaku prososial'. Perilaku antisosial bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa ada batasan usia, namun karena `penyimpangan' ini dikategorikan sebagai `penyimpangan' ringan dari tatanan sosial yang umum diterima bersama, secara umum perilaku antisosial identik dengan anak-anak muda usia sekolah. Oleh karena perilaku antisosial identik dengan anak-anak usia sekolah, lembaga-lembaga pendidikan memiliki peran yang tidak kecil untuk memberikan sumbangan agar perilaku ini tidak membesar sehingga merongrong bangunan sosial yang telah ada. Contoh paling kasatmata untuk ini adalah penggunaan knalpot racing dan menjamurnya peminta amal yang semakin hari kian mengganggu kehidupan sosial kita. Kedua kasus ini terjadi di jalan raya yang mengganggu kepentingan umum. Oleh karena lemahnya penegakan hukum dan kontrol sosial, kedua kasus tersebut telah dianggap sebagai perilaku lazim yang normal oleh masyarakat umum. Tentu ini kabar tidak baik yang harus diperbaiki oleh lembagalembaga sosial dan negara.

a.       Ciri – ciri Individu yang Memiliki Kepribadian Anti-Sosial

Ciri individu yang memiliki kepribadian anti-sosial dapat dilihat dari berbagai perilaku yang muncul yang mengindikasikan adanya kepribadian anti-sosial, adapun bentuk perilaku anti-sosial pada anak – anak antara lain (Hurlock,1978.h.263 & 274)
1)    Negativisme. Perlawanan terhadap tekanan dari pihak lain untuk berperilaku tertentu
2)    Agresi. Tindakan permusuhan yang nyata atau ancaman permusuhan, dan biasanya tidak ditimbulkan oleh orang lain, dan dilakukan pada anak yang lebih kecil.
3)     Pertengkaran. Perselisihan pendapat yang mengandung kemarahan yang umumnya dimulai apabila seseorang mengadakan penyerangan yang tidak beralasan
4)    Mengejek dan menggertak. Mengadakan serangan baik yang bersifat lisan (mengejek) maupun fisik (menggertak)
5)    Perilaku yang sok kuasa. Kecenderungan untuk mendominasi orang lain atau menjadi “majikan”
6)     Egosentrisme. Cenderung berfikir dan berbicara tentang diri mereka sendiri
7)     Prasangka. Biasanya dengan membedakan orang – orang yang ia kenal
8)    Antagonisme jenis kelamin. Biasanya dengan jalan menghindari bergaul dengan anak perempuan dan tidak melakukan aktivitas yang dianggap sebagai aktivitas anak perempuan 
9)    Antagonistic terhadap setiap orang. Perasaannya mudah tersinggung dengan pandangan mencemooh
10) Merasa bosan dengan aktivitas sosial, misalnya enggan mengikuti pertemuan keluarga dan mengikuti perayaan besar
11) Sebagian besar waktunya digunakan untuk menyendiri
12) Dengan sengaja menolak berkomunikasi dengan orang lain. Apabila ditanya, biasanya mereka menutup pertanyaan dengan jawaban “enggak ingat” dan atau “enggak tahu”
13)  Mengadakan pelanggaran – pelanggaran terhadap aturan atau norma sosial yang berlaku

        2. Sebab-akibat dari perilaku Anti-sosial
Sosial dan lingkungan rumah juga berperan dalam menunjang perkembangan perilaku antisosial. Orang tua dari anak-anak bermasalah sering menunjukkan tingkat tinggi perilaku antisosial sendiri. Dalam satu penelitian besar, orang tua anak laki-laki lebih sering bermasalah alkohol atau pidana, dan rumah mereka sering terganggu oleh perceraian, perpisahan atau tidak adanya orangtua. Disiplin tidak menentu atau tidak patut dan pengawasan yang tidak memadai telah dikaitkan dengan perilaku antisosial pada anak-anak. Melibatkan orang tua cenderung untuk memonitor perilaku anak, menetapkan aturan dan melihat bahwa mereka mematuhi, memeriksa keberadaan anak, dan mengarahkan mereka dari teman-teman bermain bermasalah. pengawasan yang baik adalah kurang cenderung di rumah-rumah yang rusak karena orang tua mungkin tidak tersedia, dan orang tua sering antisosial kurangnya motivasi untuk mengawasi anak-anak mereka. Pentingnya pengawasan orangtua juga ditekankan ketika antisocials tumbuh dalam keluarga besar dimana setiap anak kurang mendapat perhatian secara proporsional.
Seorang anak yang tumbuh di sebuah rumah terganggu dapat memasukkan orang dewasa di dunia terluka secara emosional. Tanpa memiliki ikatan yang kuat dikembangkan, dia egois dan tidak peduli kepada orang lain. Kurangnya disiplin hasil konsisten dalam hal kecil untuk aturan dan menunda kepuasan. Dia tidak memiliki model peran yang tepat dan belajar untuk menggunakan agresi untuk memecahkan perselisihan. Dia gagal untuk mengembangkan empati dan kepedulian bagi orang-orang di sekitarnya.
Antisosial anak-anak cenderung memilih teman bermain dengan ana yang sama. Pola dasar biasanya berkembang selama tahun-tahun sekolah dasar, ketika rekan kelompok penerimaan dan perlu menjadi bagian pertama menjadi penting. anak agresif adalah yang paling mungkin akan ditolak oleh rekan-rekan mereka, dan penolakan ini mendorong orang buangan sosial untuk membentuk ikatan dengan satu sama lain. Hubungan ini dapat mendorong dan pahala agresi dan perilaku antisosial lainnya. Asosiasi tersebut kemudian dapat mengakibatkan keanggotaan geng.
Penyalahgunaan Anak juga telah dikaitkan dengan perilaku antisosial. Orang dengan ASP lebih mungkin daripada yang lain telah disalahgunakan sebagai anak-anak. Hal ini tidak mengherankan karena banyak dari mereka tumbuh dengan orang tua antisosial lalai dan kadang-kadang kekerasan. Dalam banyak kasus, pelecehan perilaku belajar menjadi orang dewasa yang sebelumnya disiksa mengabadikan dengan anak-anak mereka sendiri.
Telah dikemukakan bahwa pelecehan awal (seperti gemetar penuh semangat anak) adalah sangat berbahaya, karena dapat mengakibatkan cedera otak. Trauma kejadian dapat mengganggu perkembangan normal sistem saraf pusat, sebuah proses yang berlanjut selama bertahun-tahun remaja. Dengan memicu pelepasan hormon dan bahan kimia otak lainnya, peristiwa stress dapat mengubah pola perkembangan normal.
3. Cara membuat seseorang tidak menjadi Anti-sosial
1.    Mengadakan penyuluhan sosial di sekolah,perkantoran dan lain-lain
2.    Para pelaku terapi sudah mengarahkan pendirita kepada isu moral dalam pengobatan, dengan komunikasi yang sangat terapoitik, namun ternyata hasil yang terlihat belum maksimal
3.   Sekolah diharapkan menjadi tempat mempelajari, menjiwai, dan mempraktikkan segala hal baik yang menguntungkan dan menghindari tindakan-tindakan yang merugikan masyarakat.
4.    Mengenalkan dunia kepada anak-anak
5.    Mengajaknya bermain dan melatih komunikasi yang baik



BAB III
PENUTUP

     I. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat di ambil adalah perilaku antisosial bisa dilakukan oleh siapa saja. Sosial dan lingkungan rumah juga berperan dalam menunjang perkembangan perilaku antisosial. Secara sederhana, perilaku antisosial bisa digambarkan sebagai `perilaku yang tidak diinginkan sebagai akibat dari gangguan kepribadian dan merupakan lawan dari perilaku prososial'.

   II. SARAN
Saya menyarankan setiap makhluk sosial yang mengalami kelainan dalam cara mensosialisasikan dirinya untuk segera di bawa ke psikolog terdekat karena dengan adanya motivasi-motivasi yang membuat dia semangat lagi adalah hal yang di inginkan oleh orang-orang yang mengalaminya



DAFTAR PUSAKA

Wikipedia.com
Google.com

Pengangguran


Karya Tulis
PENGANGGURAN
Tugas Ilmu Sosial Dasar









DISUSUN OLEH PUTRI JUNINGTYAS
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013
DAFTAR ISI




Kata Pengantar                                                   (3)




Bab I
Pendahuluan                                                      (4)



Bab II
Pembahasan                                                       (5-7)



Bab III
Penutup                                                                (8)



Daftar Pusaka                                                      (9)

KATA PENGHANTAR


            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah yang berjudul Pengangguran ini membahas mengenai tentang pengangguran yang ada di Indonesia yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dalam penulisan makalah ini saya banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini. Saya sadar bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Hal itu di karenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan saya. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita. Akhir kata, saya memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan.
Jakarta,21 Januari 2013
  
BAB I
PENDAHULUAN

1.    1.  Latar Belakang

            Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.Masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Dewasa ini, sudah tidak asing lagi ketika kita membicarakan masalah pengangguran yang ada di Indonesia. Menyikapi hal tersebut, saya tertarik untuk lebih menjelaskan tentang masalah pengangguran yang semakin bertambah kapasitasnya. Karena pengangguran merupakan masalah negara saat ini yang sejak turun temurun belum teratasi. Pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kemiskinan, kriminalitas dan masalah-masalah sosial politik yang juga semakin meningkat. Pengangguran itu sendiri tidak pandang bulu siapa pun bisa mengalaminya tidak selalu yang tidak sekolah menjadi pengangguran namun lulusan sarjana pun bisa menjadi pengangguran. Latar belakang saya membicarakan pengangguran dalam tugas ilmu sosial dasar saya adalah karena pengangguran salah satu masalah sosial yang sampai saat ini belum dapat teratasi.

2. Tujuan

Tujuan dari saya menulis karya tulis ini adalah:
1. Memberikan pengetahuan tentang apa itu pengangguran
2. Memberikan pengetahuan tentang apa saja yang menjadikan seseorang menjadi pengangguran
3. Memberikan pengetahuan tentang solusi bagaimana mengatasi pengangguran

3. Manfaat

Manfaat dari saya menulis karya tulis ini adalah:
1. Menjadikan pembaca menghindari faktor-faktor yang membuat seseorang menjadi pengangguran
2. Menjadikan pembaca lebih menghargai ilmu/pengetahuan




BAB II
PEMBAHASAN
1.    Pengertian dan faktor-faktor terjadinya pengangguran
            Pengertian dari pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran terjadi karena beberapa faktor, faktor-faktor tersebut adalah jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya.  Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran,  produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angakatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggupertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
2.    Dampak dari pengangguran
            Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial, politik dan kemiskinan. Selain itu, pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. Setiap orang harus mengkonsumsi beras, gula, minyak, pakaian, energi listrik, sepatu, jasa dan sebagainya setiap hari, tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya
Dampak Pengangguran terhadap Perekonomian suatu Negara
            Tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan. Hal ini terjadi karena pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:
1.    Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya.
2.    Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sector pajak berkurang.
3.    Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi.

 Dampak pengangguran terhadap Individu yang Meng-alaminya dan Masyarakat. Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:
1.    Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian
2.    Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan
3.    Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.
4.    Bertambahnya tingkat kemiskinan
5.    Timbulnya kriminalitas di kalangan masyarakat

4.    Solusi mengatasi pengangguran
            Adanya bermacam-macam pengangguran membutuh-kan cara-cara mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sebagai berikut.
Cara Mengatasi Pengangguran Struktural
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah :
1.    Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja.
2.    Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sektor ekonomi yang kekurangan.
3.    Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan
4.    Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.
Cara Mengatasi Pengangguran Friksional
Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut:
1.    Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya.
2.    Deregulasi dan debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru.
3.    Menggalakkan pengembangan sektor informal, seperti home industry.
4.    Menggalakkan program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor formal lainnya.
5.    Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.
Cara Mengatasi Pengangguran Musiman
Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara sebagai berikut:
1.    Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain, dan
2.    Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.

Cara Mengatasi Pengangguran Siklis
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut:
1.    Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan
2.    Meningkatkan daya beli masyarakat.


BAB III
PENUTUP

     I.        KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat di ambil adalah pengangguran sudah mendunia terlebih di Indonesia dengan tingkat pengangguran 12.5% pada tahun 2005 yang pada saat ini belum di atasi oleh pemerintah setempat dan bahkan setiap tahunnya pengangguran bertambah. Faktor terjadinya pengangguran itu adalah kurangnya lapangan kerja dan berlebihnya lulusan sarjana atau sumber daya manusianya. Pengangguran membawa dampak negatif kepada bangsa, menjadikan bangsa tersebut di cap sebagai bangsa yang tidak mempunyai kecerdasan yang tinggi.

   II.        SARAN
Seharusnya pemerintah atau perusahan-perusahan membuat lapangan kerja yang dapat menampung pengangguran tersebut dan sumber daya manusianya menggali potensi yang dia punya.Diharapkan ke depan kebijakan ketenagakerjaan dapat diubah kembali agar dapat berfungsi secara optimal untuk memerangi pengangguran.
DAFTAR PUSAKA

Wikipedia.com
Google.com

Tugas Karya Tulis

Pengangguran
Anti-Sosial

Tuesday, January 1, 2013

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Migrasi

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MIGRASI

Migrasi disebut juga dengan mobilitas penduduk yang definisi nya sama yaitu perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk terbagi dua yaitu bersifat nonpermanen atau sementara misalnya turis baik nasional maupun manca negara, dan ada pula mobilitas penduduk yang bersifat permanen atau menetap di suatu daerah. Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi.

Terdapat dua jenis migrasi iaitu:
· a. Migrasi Dalaman
Migrasi dalaman ialah penghijrahan penduduk yang melintasi sempadan kawasan atau negeri.
· b. Migrasi antarabangsa
Migrasi antarabangsa ialah penghijrahan penduduk dari sebuah negara ke negara lain dan melintasi sempadan antarnegara

Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi antara lain:

Pada dasarnya orang berpindah tempat akan senantiasa didukung oleh berbagai alasan, alasan yang sifatnya pribadi, alasan lingkungan dan lain sebagainya. Menurut Everett S Lee.
Ada 4 faktor yang perlu di perhatikan dalam stdui migrasi penduduk
1. Faktor-faktor yang ada di daerah asal
2. Faktor-faktor yang terdapat di daerah tujuan
3. Rintangan antara
4. Faktor-faktor individu

Ada 2 faktor yang selalu tedapat di daerah asal maupun tujuan yang selalu terkait dengan perpindahan penduduk, yaitu faktor positif dan faktor negatif. Faktor positif yaitu faktor yang menarik seseorang untuk tidak meninggalkan daerah tersebut, Faktor negatif yaitu faktor yang membuat seseorang untuk meninggalkan daerah tersebut. Dalam uraian lain para ahli mengelompokkan berdasarkan kekuatan daya dorong dan daya tarik suatu daerah, yang selanjutnya disebut faktor pendorong dan faktor penarik. Rozy Munir dalam buku-buku dasar demografi menyatakan bahwa yang tergolong sebagai faktor pendorong adalah:
1. Makin berkurangnya sumber-sumber alam
2. Menyempitnya lahan pekerjaan di tempat asal
3. Adanya tekanan-tekanan dan diskriminasi politik,agama, atau suku
4. Tidak cocok lagi dengan budaya/adapt daerah asal
5. Alasan pekerjaan atau perkawinan yang menyebabkan tidak berkembangnya karir pribadi
6. Bencana alam

Jika di lihat dari uraian di atas tersebut,maka faktor pendorong dari daerah asal identik dengan faktor negatif yang dimiliki daerah asal dan faktor yang menarik dari daerah tujuan identik dengan faktor positif yang dimiliki daerah tujuan. Adapun faktor positif yang terdapat dari daerah asal yaitu menyebabkan penduduk untuk memilih tidak meninggalkan daerah asalnya, berkaitan dengan:
1. Jalinan persaudaraan dan kekeluargaan diantara antar warga desa sangat erat
2. Sistem gotong royong pada masyarakat pedesaan jawa sangat erat pula
3. Penduduk sangat terikat dengan lahan pertanian
4. Penduduk sangat terikat pula dengan kepala daerah(desa) dimana mereka dilahirkan

Sumber:
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2242683-pengertian-migrasi/#ixzz2GiMRn580
http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/195505051986011-WAHYU_ERIDIANA/Migrasi-1.pdf
wikipedia

Hubungan Migrasi dengan Kejahatan

HUBUNGAN MIGRASI DENGAN KEJAHATAN

        Membicarakan hubungan antara migrasi dengan kejahatan adalah hal yang tabu dibicarakan oleh semua orang. Dengan adanya migrasi meningkatnya tindak kriminalitas di kota dan kebanyakan kejadian ini terjadi karena keegoisan seseorang untuk memuaskan hawa nafsunya sendiri karena taraf kehidupan di kota jauh lebih tinggi daripada di desa. Secara sederhana para migran akan meminimalkan pengeluaran untuk memaksimalkan pendapatan. Migran yang berpendapatan rendah dan tenaga kerja tidak terampil, akan mencari rumah yang paling murah dan biasanya merupakan pemukiman miskin di pusat-pusat kota. Hal ini menyebabkan para imigran yang tidak mempunyai keterampilan dengan baik dan para imigran berpendapatan rendah menghalalkan segala cara untuk dapat memenuhi kehidupannya di kota besar dan untuk mengirimkannya ke kampung halamannya. Kejahatan itu sendiri adalah Pidana atau tindak kriminal segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal. Biasanya yang dianggap kriminal adalah seorang pencuri, pembunuh, perampok, atau teroris. Walaupun begitu kategori terakhir, teroris, agak berbeda dari kriminal karena melakukan tindak kejahatannya berdasarkan motif politik atau paham.

        Seharusnya Pemerintah lebih menyadari akan hal ini dan melakukan tindakan untuk menanggulangi hal ini.Karena ulah yang ditimbulkan dari kejahatan tersebut berdampak pada semua lapisan masyarakat. Solusi yang dapat diberikan dari permasalahan itu adalah sebaiknya Pemerintah menyiapkan bekal berupa keterampilan pada masyarakat yang berada jauh dari perkotaan agar mereka bisa lebih menggali sumber daya yang tersedia di daerahnya masing-masing.

        Kesimpulannya adalah adanya pengawasan yang ketat dalam penyeleksian imigran jadi kejahatan yang terjadi akan mengalami penurunan dan imigran-imigran seharusnya di beri pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya masing-masing agar tidak melakukan hal-hal yang menjerumus ke tindak pidana.

Sumber:

wikipedia

Hubungan Migrasi dengan Kesejahteraan

HUBUNGAN MIGRASI DENGAN KESEJAHTERAAN
                Kesejahteraan adalah menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai. Sedangkan, Migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu bioma ke bioma lainnya. Dalam banyak kasus, organisme bermigrasi untuk mencari sumber-cadangan-makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan makanan yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau karena overpopulasi
            Migrasi manusia adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain. Arus migrasi ini berlangsung sebagai tanggapan terhadap adanya perbedaan pendapatan antara kota dan desa. Namun, pendapatan yang dimaksud bukanlah pendapatan aktual, melainkan penghasilah yang diharapkan(expected income). Kerangka Skematik ini merupakan aplikasi dari model dekskripsi Todaro mengenai migrasi. Premis dasar yang dianut dalam model ini adalah bahwa para migran mempertimbangkan dan membandingkan pasar-pasar tenaga kerja yang tersedia bagi mereka disektor pedesaan dan perkotaan, serta memilih salah satunya yang dapat memaksimumkan keuntungan yang diharapkan. Besar kecilnya keuntungan yang mereka harapkan diukur berdasarkan besar kecilnya selisih antara pendapatan riil dari pekerjaan dikota dan didesa, angka tersebut merupakan implementasinya terhadap peluang migran untuk mendapatkan pekerjaan dikota.
             Hubungan migrasi dengan kesejahteraan adalah untuk memperluas jaringan sumber daya manusia yang ada, ambil contoh untuk migrasi manusia, migrasi di pergunakan untuk meratakan penduduk yang berada di suatu tempat/ wilayah tertentu yang batas penduduknya sudah melewati batas misalnya jakarta, penduduk yang berada di jakarta tingkat kesejahteraannya kurang karena penduduk yang ada di DKI Jakarta ini sudah sangat banyak sehingga tidak dapat mendapatkan hak yang sama dalam hal kesejahteraan. Namun,kebalikannya negara Brunei Darusallam memberikan kesejahteraan kepada penduduknya karena pemerintahan disana menjalankan peraturan yang dilarang beranak banyak atau adanya perpindahan penduduk dari negara lain. Kesimpulannya hubungan migrasi dengan kesejahteraan rakyat di Indonesia sangatlah penting karena dengan adanya migrasi masyarakat indonesia akan mendapatkan kesejahteraan kehidupan.
Sumber:

Monday, December 31, 2012

Hubungan Pertumbuhan Penduduk dengan Kesejahteraan


HUBUNGAN PERTUMBUHAN PENDUDUK DENGAN KESEJAHTERAAN
                Di era saat ini hubungan pertumbuhan penduduk dengan kesejahteraan sangatlah penting karena di era globalisasi ini pertumbuhan penduduk sudah pesat. Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. Globalisasi itu sendiri adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.
                Globalisasi berperan penting dalam kehidupan pertumbuhan penduduk sekarang ini. Reaksi masyarakat terhadap globalisasi adalah Gerakan pro-globalisasi dan Gerakan Antiglobalisasi.
Gerakan pro-globalisasi
                Pendukung globalisasi (sering juga disebut dengan pro-globalisasi) menganggap bahwa globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia. Mereka berpijak pada teori keunggulan komparatif  yang dicetuskan oleh David Richardo. Teori ini menyatakan bahwa suatu negara dengan negara lain saling bergantung dan dapat saling menguntungkan satu sama lainnya, dan salah satu bentuknya adalah ketergantungan dalam bidang ekonomi. Kedua negara dapat melakukan transaksi pertukaran sesuai dengan keunggulan komparatif yang dimilikinya. Misalnya, Jepang memiliki keunggulan komparatif pada produk kamera digital (mampu mencetak lebih efesien dan bermutu tinggi) sementara Indonesia memiliki keunggulan komparatif pada produk kainnya. Dengan teori ini, Jepang dianjurkan untuk menghentikan produksi kainnya dan mengalihkan faktor-faktor produksinya untuk memaksimalkan produksi kamera digital, lalu menutupi kekurangan penawaran kain dengan membelinya dari Indonesia, begitu juga sebaliknya.
Salah satu penghambat utama terjadinya kerjasama diatas adalah adanya larangan-larangan dan kebijakan proteksi dari pemerintah suatu negara. Di satu sisi, kebijakan ini dapat melindungi produksi dalam negeri, namun di sisi lain, hal ini akan meningkatkan biaya produksi barang  impor sehingga sulit menembus pasar negara yang dituju. Para pro-globalisme tidak setuju akan adanya proteksi dan larangan tersebut, mereka menginginkan dilakukannya kebijakan perdagangan bebas sehingga harga barang-barang dapat ditekan, akibatnya permintaan akan meningkat. Karena permintaan meningkat, kemakmuran akan meningkat dan begitu seterusnya.
Gerakan antiglobalisasi
                Antiglobalisasi adalah suatu istilah yang umum digunakan untuk memaparkan sikap politis orang-orang dan kelompok yang menentang perjanjian dagang global dan lembaga-lembaga yang mengatur perdagangan antar negara seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
"Antiglobalisasi" dianggap oleh sebagian orang sebagai gerakan sosial, sementara yang lainnya menganggapnya sebagai istilah umum yang mencakup sejumlah gerakan sosial yang berbeda-beda. Apapun juga maksudnya, para peserta dipersatukan dalam perlawanan terhadap ekonomi dan sistem perdagangan global saat ini, yang menurut mereka mengikis lingkungan hidup, hak-hak buruh, kedaulatan nasional, dunia ketiga, dan banyak lagi penyebab-penyebab lainnya.
Namun, orang-orang yang dicap "antiglobalisasi" sering menolak istilah itu, dan mereka lebih suka menyebut diri mereka sebagai Gerakan Keadilan Global, Gerakan dari Semua Gerakan atau sejumlah istilah lainnya.
                Kesimpulannya hubungan pertumbuhan penduduk dengan kesejahteraan harus dapat disatupadukan karena apabila terdapat kelonjakaan penduduk kesejahteraan masih dapat diimbangkan dengan kelonjakaan itu sendiri. Kehidupan tanpa adanya kesejahteraan tidak akan bisa sahaja.
Sumber:
Wikipedia